Ramadhan Jadi Momentum Penguatan Niat Berkeluarga, 14 Pasang Catin Ikuti Bimwin Angkatan IV di KUA Jenggawah

 

Bimbingan Perkawinan Angkatan IV
 

Suasana Ramadhan tidak menyurutkan semangat calon pengantin untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan rumah tangga. Hal ini tampak dalam pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan ke-4 yang diselenggarakan di Aula KUA Jenggawah pada Kamis (05 Maret 2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari layanan pembinaan pranikah yang rutin diberikan kepada pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.

Sebanyak 14 pasang calon pengantin mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh perhatian. Para peserta diajak memahami bahwa pernikahan bukan sekadar peristiwa seremonial, tetapi perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan sikap, pemahaman nilai agama, serta komitmen untuk saling mendukung dalam kehidupan berkeluarga.

Materi bimbingan disampaikan oleh Faridatul Ghufroniyah, Penyuluh Agama Islam KUA Jenggawah. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin yang tidak hanya dilandasi oleh perasaan, tetapi juga oleh tanggung jawab dan komitmen untuk membangun kehidupan bersama. Para peserta diajak untuk memandang pernikahan sebagai sarana membentuk keluarga yang berlandaskan nilai keimanan, saling menghormati, serta kesediaan untuk tumbuh dan belajar bersama dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.

Dalam kesempatan tersebut, Faridatul Ghufroniyah juga mengingatkan bahwa setiap pasangan pasti akan menghadapi perbedaan pandangan, kebiasaan, maupun latar belakang keluarga. Oleh karena itu, kesiapan mental dan kematangan sikap menjadi hal yang sangat penting sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Dengan kesiapan tersebut, pasangan diharapkan mampu menyikapi setiap persoalan dengan kepala dingin serta menjadikan musyawarah sebagai jalan utama dalam menyelesaikan permasalahan.

Selain itu, para calon pengantin juga mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun komunikasi yang baik dalam keluarga. Komunikasi yang terbuka dan jujur dinilai menjadi kunci untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, karena melalui komunikasi yang sehat pasangan dapat saling memahami kebutuhan, harapan, maupun kekhawatiran masing-masing. Sikap saling mendengarkan dan menghargai pendapat pasangan juga ditekankan sebagai bagian penting dalam menjaga hubungan yang harmonis.

Para peserta juga diajak memahami bahwa keluarga yang kokoh tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang memerlukan kesabaran, pengertian, serta kesediaan untuk saling mendukung. Dengan membangun rasa saling percaya dan sikap saling menguatkan, pasangan suami istri diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara bersama-sama.

Melalui kegiatan ini, KUA Jenggawah berharap para calon pengantin dapat memasuki jenjang pernikahan dengan bekal pemahaman yang lebih matang. Dengan kesiapan tersebut, keluarga yang terbentuk nantinya diharapkan mampu menjadi lingkungan yang penuh ketenangan, kasih sayang, serta nilai-nilai keagamaan yang kuat, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya.